Sakura, tak terhitung berapa banyak kelopak yang sudah menerbitkan keindahan bersama hangatnya musim semi. Pada helaian-helaian putih yang merekat erat di pondasi yang dulu menjagamu dikala dingin, ada suatu ikatan yang membuatmu menjadi sesuatu yang nyata. Dengan keegoisanmu yang ramah, kau mengundang seluruh penghuni musim ini untuk menjadikan mu ratu sehari, oh tidak, mungkin seminggu, sebelum kau melepaskan keanggunanmu dan kembali sembunyi pada kelopak yang lain.
Dan masih kuingat, helai-helai musim lalu, ketika aku baru saja jatuh cinta dengan warna warnimu yang begitu putih. Seperti baru kemarin, dedaun kecilmu menari dan jatuh tepat menyentuh hatiku. Masih kurasakan nafas kehidupan pada setiap bagian yang terpisah dari persemaianmu. Begitu lembut dan rapuh, dan kubertanya, bagaimana mungkin kau menatap derasnya angin yang begitu angkuh tuk mengantarmu pulang?
Oh sakura, karena kesederhanaanmu, begitu gampang engkau melupakan ribuan mata yang pernah singgah untukmu sesaat lalu. Mungkin ada seseorang yang sudah begitu sabar menunggumu, menjagamu, dan tulus melepasmu pergi. Namun, engkau adalah suatu kenangan yang terlalu kecil untuk diingat, namun terlalu indah untuk dihapus. Andai aku adalah engkau.
Gwangju, April 6th 2010
sebuah kisah yang tak di inginkan:…….?
diinginkan, namun tak seperti yang diharapkan