Kuberdiam di pantai kehidupan, yang terus mengirimkan ombaknya bersama seribu harapan yang terhempas lalu pergi.
Kutertegun memandang betapa birunya kehidupan yang berpadu mengiringi kontrasnya duka cerita yang dikirimkan sang angin senja ini.
Baru kemarin kumasuki dunia ini, berusaha menyingkap tabir rahasia tentang indahnya suatu perasaan. Di lautan ini, kutemukan kembali suatu sosok yang menjadikan aku seseorang diantara bulir-bulir awan yang beradu membentang cakrawala.
Ketika ketidaksempurnaanku menyatu mengiringi pedihnya sengatan mentari, dia yang meluluhkan segala keangkuhan dalam peraduannya siang ini. Saat butiran pasir menyentuh kakiku dengan egonya, dia yang memohon hari ini untuk melepasku.
Dan senja ini, aku menambahkan massa di tepian lelautan yang masih sama sepeti kemarin. Ombak yang mengejar sisa hari ini terus mengajakku menggapai mentari yang sebentar lagi tidur. Kuberdiri, dan kudapati hatiku pada dia yang membuatku sempurna, jauh dan terluka. Kuingin berbalik dan mengajaknya merajut sinar-sinar senja ini bersama digaris malam. Kuingin tinggal dihatinya dan menghabiskan sisa nafasku untuk mengasihinya, jika itu adalah suatu pilihan.
For someone who makes me a perfect woman in my imperfect life.